Sabtu siang kemarin, teman satu penelitian waktu kuliah dulu dateng ke Jakarta, membawa serta skripsiku yang aku titip sama dia. Dia bilang, "Din, kalau lihat skripsi ini aku jadi inget waktu kamu jualan donat..." "Hahaha... " Aku ketawa campur nangis terkenang-kenang. Saat aku sedang penelitian buat tugas akhirku, meski ada dana dari kampus karena itu proyek dosen, tetep saja aku butuh dana tambahan buat printilan sana-sini. Dan ternyata uang yang kudapat selama karirku sebagai guru privat anak SMP cuma cukup buat membeli beberapa rim kertas kuarto saja sama gorengan. Beasiswa yang kudapat cuma cukup buat nambahin uang SPP. Belum biaya makanku, transport, nyari jurnal, dana gaul dan dana kenakalan lainnya *tsahhh* Aku harus berpikir keras bagaimana caranya agar tetep bisa mengisi tinta printerku selama laporan yang aku ajukan masih dicoret-coret melulu. Setelah menganalisa market, aku memutuskan untuk menjual donat saja. Modal awalnya ngutang sama kakak. Trus yang bikin resepnya siapa ? yang pasti bukan aku (jangan tanya kenapa). Aku kebagian menjadi spesialis membentuk adonan menjadi donat, yang tentunya kulakukan dengan penuh cinta dan integritas *halagh* (bentuknya kurang lebih sama kaya yg ada di gambar :p). Kesibukan itu kulakukan sambil nonton film taiwan yang lagi booming saat itu, Meteor Garden. Eh itu tahun 2003an yah ? Wahh.. ternyata aku masih muda ! *lirik Kak bonzz* Masih sangat muda :D *ga berani lirik om jul*. Bagaimana dengan pemasarannya ? Karena waktu itu aku cuma anak kuliahan, jadi kubawa saja daganganku yang spektakuler itu ke kampus. Hari pertama aku bawa 50 biji donat pake keranjang kue naik bis kota. Mungkin karena masih pagi dan kebanyakan pada belum sarapan, kelenjar-kelenjar dalam hidung para penumpang sangat aktif merespon bau wangi kue menjadi rasa lapar. Awalnya bapak yang duduk disebelahku berkata : "Kuenya harum ya mbak.." "Hehehe, ini donat pak" (sambil nyengir kuda) "Dijual ya mbak ?" "Iya Pak, saya mau menjualnya di kampus.." (ga berani nawarin) "Boleh saya beli buat sarapan?" (Haduhh.. aku belum nentuin harganya) "Boleh Pak ! 500an aja.." (dengan ekspresi ngarep) Bapak itu sukses jadi konsumen pertamaku. Sebelum akhirnya sebelah si bapak ikutan beli, dan ternyata sinyalnya cukup kuat sampai sopirnya juga kepingin. Wah senangnya... donatku lakuuu. Aku jadi terharu. Akhirnya kubawa sisa daganganku ke kampus. Sebelumnya aku mempersembahkan buat dosen kesayanganku untuk tujuan terselubung, promosi. Yang pada akhirnya selama aku jualan, beliau selalu membeli donatku untuk sarapan. Entah karena memang enak atau karena kasihan padaku. Karena aku sibuk ngurusin tabung reaksi, maka aku ngga sempat buka lapak, jadi kutitipkan donatku di kantin. Sama temen penelitianku di kasih brand Dini Donuts *ceilahh* Alhamdulillah donatku selalu menempati rating tinggi di kancah pergorengan di kantin itu. Sebelum akhirnya ada temanku yang baik hati dan tidak sombong mau mengganti peranku membawakan donat-donat itu. Karena pada saat itu aku memutuskan berhenti jualan donat, disamping aku ingat motto selebritis, Matilah saat kau masih berjaya dan banyak dipuja (ini info yang sangat ngga vaild jd jgn percaya). Alasan yang sebenarnya adalah karena aku sudah mulai sering nginap di lab untuk collect data dan dikejar deadline. Disamping itu aku dapat tawaran menggiurkan jadi asisten proyek lainnya. Wuihh... Meskipun dalam prakteknya, aku cuma melototin sapi memamah biak sepanjang malam, trus dicatet di kertas report ditemeni partner aneh yang hobinya membahas puisi (salah jurusan kayanya ini anak). Kemana ya, this man ? Dan itu adalah karir terakhirku sebelum akhirnya aku wisuda. Halaghh karir ... Ehh... ini cuma ngomongin donat yah ? kok panjang benerrr. Maap maap ^_^
Ketika sudah melewati peron, maka serangkaian ritual di stasiun akan segera di mulai. Berangkat dan datang, pergi dan kembali, menuju dan pulang. Garis yang terentang diantaranya akan menjadi sebuah negosiasi dari ‘masa lampau’ dan ‘masa mendatang’, sementara ‘saat ini’ menawarkan ‘waktu’ untuk menunggu dalam diam di sebuah gerbong kereta api yang berlari. Waktu itu akan menjadi sebuah kegiatan mengenang, meresapi bekas emosi ketika stasiun yang ditinggalkan menjadi sebuah memori. Dan akan menjadikan sebuah perenungan dan menduga-duga akan stasiun tujuan yang masih nisbi dan abstrak. Seperti itulah masa depan, bukan begitu ? Dua garis rel kereta api yang sejajar adalah representasi diam tentang pemikiran sebuah proses ke stasiun tujuan, meskipun dalam perjalananannya selalu berseberangan. Bahwa kadang tidak harus dalam satu garis yang sama, untuk sebuah tujuan akhir yang sama. Dan waktu selalu melaju lebih cepat dari apa yang mampu kita catat. Perlu sebuah keikhlasan ketika ditinggalkan atau meninggalkan. Karena jalur kereta api yang tetap itupun tidak bisa menjanjikan sebuah kepulangan. Kepulangan akan menjadi absolut seperti pujian yang sering aku dengar waktu kecil dulu usai azan maghrib, “Tumpakane kereto Jowo rodo papat rupo menungso” (kendaraannya kereta Jawa roda empat berwujud manusia). *hiyyy… :D* However.. live your life, my friend …
Menyikapi penyakit insomnia ku yang makin akut *halah*, semalem setelah abis membaca buku setebal 300 hal sampe jam 4 pagi masih blm ngantuk, pengen nelpon2 sana sini tp udah kepagian dan siapa tau lagi pada sibuk :D, akhirnya bikin susu (atas saran dokter gadungan), sampe akhirnya aku nemu koran Kompas, ada artikel yang belum sempat kebaca dan bikin ngikik-ngikik ngga jelas. Singkatnya : Seorang penumpang taksi yang terjebak macan tutul alias macet total di seputaran Jl. HR Rasuna Said di wilayah Kuningan, yang kepentok melihat billboard dengan gambar seorang anak kecil (yang diduga anak sekolah) dan body copy berbunyi gini, "matematika, bahasa inggris = sukses". "Mengapa yang membuat sukses hanya matematika dan bahasa inggris ? Sebenarnya apa ukuran sukses itu ? "Memang kalau saya pandai menggambar, bisa bahasa China dan Jawa kuno terus saya tak bakal sukses ?" begitu pikiran saya jungkir balik kaya sirkus." "Jalan masih saja tersendat. Jalur busway yang seyogianya untuk bus malah dipenuhi kendaraan pribadi. Mereka ingin cepat sampai di tujuan. Saya menyarankan sopir taksi untuk melanggar seperti para pengendara mobil pribadi, tetapi sopir taksi saya tak berani mengambil resiko. Saya tampaknya belum sukses karena tak mampu membuat orang lain memuaskan kehendak saya. Mungkin saya harus bisa matematika dan bahasa inggris". Kwkwkwkwkw... klo nurutku sukses itu sesuatu yang subjektif, yang penting adalah sejauh mana dia memainkan perannya dengan baik buat orang disekitarnya. Apapun background profesi dia. Dan yang pasti tetep bersyukur. Lagian ngga ada juga kan yang menuntut petinju sukses sekelas Mike Tyson agar pinter menyanyi atau pinter matematika :p Tapi secara kodrati, manusia memang musti selalu belajar. When you think best, good is not enough. **kenapa ngantug selalu dateng terlambat**
Energi itu tak akan pernah musnah hanya mungkin akan berubah bentuk maka bersyukurlah karena cinta itu seperti energi ketika kau tidak bisa mencintai dengan cara yang satu maka kau bisa tetap mencintai dengan cara yang lain dengan bentuk yang lain jika kau memang ingin ...
"Pria yang memiliki suara berat cenderung memiliki lebih banyak anak dibandingkan laki-laki yang berbicara dengan suara lebih tinggi, demikian menurut sekelompok ilmuwan." Lengkapnya di sini Yang jelas sih, klo suaranya berat jadi terdengar indah di telinga *halagh*. Betah ngobrol lama - lama :p
Begitu beruntungnya saya Untuk kesekian kali bertemu lagi dengan bulan ini, Ramadhan... Selalu dengan janji-janji di hati untuk menjalankan dengan baik Meskipun pada kenyataannya masih begitu jauh untuk bisa berpuas diri Teman - teman tersayang... Mungkin selama bersuka ria di Multiply pernah dengan tanpa saya sadari atau bahkan dengan sengaja sudah membuat perasaan tidak nyaman, tersakiti bahkan ternodai *halaghh* Oleh karenanya, dengan segala kerendahan hati Saya ingin menghaturkan permohonan maaf (dan mengharap dimaafkan tentunya :D) Agar diberi kemudahan dan keikhlasan mengarungi Ramadhan yang penuh rahmat dan berkah Aminn... Teriring doa dan ucapan selamat berpuasa bagi yang menjalankan.. ^_^ yang teramat sangat memohon maaf, Dini & anak-anak* (*anak-anak tetangga maksudnya :p)
Mungkin angin akan membawaku menjauh Mungkin kabut akan menyesatkanku Sesekali bias pagi akan menyilaukan mataku Sesekali kerlip lampu akan melambungkan khayalku Dan gelap akan membawa pergi angan tentangmu Hingga tak berbekas Ketika tawaku berhenti berderai terhenyak sepi memandang laut di ujung tiang sampan sayapku akan beringsut kembali ke kilauan pasir di seberang tempat nelayan menggantung sauh tempat aku ingin pulang kepadamu ... ( sekedar pengin komen foto, oleh2 dari pulau bintang ;p )
Aku sedang menikmati makan siangku sambil ngobrol sama temen-temen di futkort ketika tiba - tiba... "Mama .. mama .." Seorang gadis kecil menarik-narik bajuku dengan pede abis. *Gubragggzzzzz !!!* Untung ngga tersedak hihihi Deuhh.. ngga salah nih, perasaan aku belum merit deh, apalagi punya anak ;p Setelah ilang deg-degannya, aku tanya ke ade kecil yang manis itu. "Cari mama yah sayang ?" "Iyah.. " bola matanya yang bulet mengerjap - ngerjap "Memang mama dimana ?" "Di rumah..." katanya, masih sambil memegang bajuku. "Lah..." (aku heran dong) "Trus kenapa nyari mama disini ?" "Aku mau ke papa..." "Lah..." (heran lagi) (sementara temen-temenku udah pada mulai berisik dan cekikikan) "Emang papa dimana sayang ? (aku mulai geli sendiri) "Dede tadi lari-larian, abis itu dede lupa deh papa dimana..." *Gubraggzzz !!* (Waduh repot nih...) "Tapi papa disini kan ?" "Iyah..." "Okey, yuk tante anterin ke papa..." (halaghh tante ;p) Akhirnya aku muter dari meja ke meja sambil bergandengan tangan dengan ade kecil itu (lebih tepatnya menuntun ;p) Sampailah ke sebuah meja, yang cuma berisi seorang pria dengan muka bingung mencari-cari sesuatu, apa seseorang ? apa mirip doang ? hihi (Naluri keibuanku berkata bahwa dialah papanya, halahh..) Dan bener, "Papaah ..." Gadis kecil itu langsung menghambur ke pelukan papanya. (lega...) Akhirnya setelah berbasa-basi, aku balik ke mejaku. "Jadi, kamu mamanya yah din, kok ngga pernah cerita ke kita-kita ? "Iya kayanya ... " *sambil nyengir* (Tiba-tiba aku merasa kenyang)
semburat di balik jendela hendak menutup tirai untuk saat ini Mata dan hati saling berbisik adakah kau sudah temukan hari ini ? Beranjaklah mereka dari duduknya berdiri menatap keluar "entahlah..." mereka bertatapan menyusuri jingga yang mulai kelabu dan saling tersenyum mencoba memaknai apa yang berkecamuk dan terdengar riuh di ruang kosong penghujung hari ...
Beberapa waktu yang lalu aku jalan dengan seorang teman ke sebuah mall, Sebenarnya cuma pengin coba menu baru disebuah futkort. But as ladies biasanya muter-muter dulu. Kami masuk ke sebuah counter, banyak pengunjung pula rupanya. Temanku hendak membuka pintu tepat di belakang seorang wanita dengan penampilan cukup gaul dan funky. But dia tidak menyangka wanita tersebut akan melepas begitu saja gagang pintu tanpa melihat masih ada orang yang berdiri tepat di belakangnya, so nyaris hidung temanku (bukan hidung wanita itu) kena pintu kalau tidak buru-buru kutahan gagang pintunya. Dasar temanku yang memang bertemperamen lumayan (temanku juga wanita), dia protes ke wanita itu. "Permisi, emang ga lihat apa ada orang dibelakang luh !" Wanita yang merasa tertuduh segera menoleh. "Gue?" "Iya !!!" jawab temanku bengis (hehe maap-maap) Wanita itu melanjutkan kata-katanya. "Lagian siapa suruh elu berdiri di belakang guehhh" .... dst (perang mulutnya lumayan lama) dan aku sibuk memunguti kaca-kaca yang pecah akibat pertikaian mereka *ngarangbebas.com* Aku nyengir2 tragis karena geli sekaligus prihatin melihat fenomena tadi *berasa nonton sinetron* Tiba-tiba ada terbersit ide untuk bikin survey kecil-kecilan about buka membuka pintu untuk orang lain. Finally, kami coba melakukan survey dengan sepuluh kali berdiri di belakang orang yang tepat sedang membuka pintu di tempat yang berbeda-beda. Jadi total 20 kali dengan probandus (kelinci percobaan) aku 10 kali dan temanku 10 kali. Hasilnya, Dari 20 kali percobaan hanya 3 orang yang merelakan diri untuk memegang gagang pintu mempersilahkan orang di belakangnya masuk atau setidaknya udah pegang pintu so tidak sampai kejedok lagi hidungnya. 17 kali sisanya, karena berbagai faktor seperti prediksi jarak berdiri dan faktor keberuntungan tentunya menjadikan hidung kami selamat dari tebasan pintu halahh... Semua pelaku random pria dan wanita. Dari 3 orang yang berhati mulia tersebut : Person 1 Pria eksmud plus bonus senyuman manis (membahaslah kami sambil berdebat, dia belum tentu baik secara orisinil, maybe dia memang sudah well manner karena faktor lingkungan). But anyway dia tetap aja baik. Lagian ngga boleh berprasangka buruk ke orang, karena bisa mengganggu kesehatan kan ? Person 2 Seorang wanita juga, dia membantu memegang gagang pintu, sebelum pintunya menampar muka lagi :D. Person 3 Pria kecil atau tepatnya young boy (mungkin SMP) Jadi terharu, "Akan kutunggu hingga engkau dewasa, sayang ... " ekekek Kami sempat bikin joke dan cela-celaan : "Kamu sih engga eye catching, jadi ga kelihatan ..." kataku kalem "Ngga loveable maksudmu ?" dia bersungut-sungut. "You said, not me. huehehhe" *sambil ngaburrrrr* Mungkin kejadian tadi hanya kebetulan saja, jadi tidak bisa mewakili semuanya. Or bisa juga karena lagi apes huehue (kayaknya ini alasan yang paling tepat ;p). But setidaknya itulah hasil survey kecil-kecilan kami tanpa bermaksud menggeneralisir bahwa semua respon pasti sama. And bisa jadi survey begini mungkin sudah dilakukan berkali-kali sebelumnya, but ketika melakukannya sendiri, ternyata seru juga ya ... ^_^ And next gimana kalo kita pura-pura bawa kertas dan tiba-tiba jatuh berhamburan. kira2 ada yang bantu ngambilin ngga ya ? kapan-kapan aja kali yahh... :D Akhirnya kami kembali ke tujuan awal, makan ...
Wakidjan begitu terpesona dengan permainan piano Nadine. Sambil bertepuk tangan, ia berteriak, "Not a play! Not a play!"
Nadine yang mendapat ucapan itu bengong, "Not a play?"
"Yes. Not a play. Bukan main!," ungkap Wakidjan menerangkan.
Agus yang menemani Wakidjan terperangah, "Bukan main itu bukan Not a play, Djan."
"Your granny! (Mbahmu!). Humanly I have check my dictionary kok. (Orang saya sudah periksa di kamus kok)," ungkap Wakidjan Ngeyel.
Lalu Wakidjan berpaling ke Nadine. "Lady, let's corner (Mojok yuk). But don't think that are nots (Jangan berpikir yang bukan-bukan) . I just want a meal together."
"Ngaco kamu, Djan," Agus tambah gemes.
"Don't be surplus (Jangan berlebihan), Gus. Be wrong a little is OK toch.?"
Nadine cuman senyum kecil, "I would love to, but ..."
"Sorry if my friend make you not delicious (Maaf kalau teman saya bikin kamu jadi nggak enak)," sambut Wakidjan ramah.
"Different river, maybe (Lain kali barangkali). I will not be various kok (Saya nggak akan macam-macam kok)."
Setelah Nadine pergi, ganti Wakidjan yang menatap Agus dengan sebal. "Disturbing aja sih, Djo. Does the language belong to your ancestor (Emang itu bahasa punya moyang lu)?"
Agus cari kalimat penutup, "Just itchy Djan, because you speak English as delicious as your belly button." (Gatel aja, Djan, soalnya kamu ngomong Inggris seenak udelmu dewe).
Wakidjan nyengir dan nyeletuk, "His name is also effort." (Namanya juga usaha). Errrrr ... just forward dari kezia. lumayan buat ngikik2 sambil makan kacang :D
tidak mengambil terlalu banyak dinikmati saja yang sedikit itu bisa jadi yang sedikit akan berbuih mengombak bisa jadi yang banyak akan menipis menguap sebelum semua kembali mengorbit ke jalur masing – masing sebelum aku pulang ke dalam gerimis ... *abis makan sop bunga edelweiss* emang ada ? ;p
Hari Selasa yang sepi, ada yang terasa kurang, untung kerjaan banyak, jadi ada pengalih perhatian. Tapi sampai sore kok sepi yah... nobody talked to me huhuhu.. Dan hari itu engga kemana-mana. Jam 00:01 malem, kenapa ngga ada yang nelpon. Aku kan ulang tahunnnn… hikzzz “Oh bintang di langit, aku protes padamu … “ Mulai ngantuk, temen sebelah kamar, tumben2 teriak2 minta ditolongin sesuatu yg ga penting. Pas di depan pintu kamar dengan muka bloon… Tiba-tiba “pletakkkkkkk” (deuhh jadi bangun deh ..) Eh apa nih di kepala ? Omigod !!! ternyata telurrrr. Belum begitu ngeh, aku udah dihunjam bertubi-tubi dengan telur-telur yang lain sampai kelabakan. Dan muncullah oknum-oknum dengan ketawa-ketawa setan sambil nyanyi “happy birthday”. Aku langsung nyengir kuda (kaya anak kecil dikasih permen). I was happy ofcourse, tapi abis itu jadi inem pelayan seksi. Ngepel lantai jam 1 malem sambil pake daster, masa ulang taun ngepel ? deuhh … Paginya, ada sms dari ka obet (tenkiuhhh ka…). Sampai kantor, naruh tas, nyalain kompi, nyalain ac, say hi ke boss, buka ym, bales2 offline, buka mp, reply2, pesen sarapan, dan kerja. Dan ada pm dari kakak2ku dan temen kantor abt my day, disusul telepon dari mba cantik (tenkiuhhh..). Habis itu, sepi sampe sore… hikz kok sepi sih, aku kan ulang taunnnnn, “Oh bulan, aku protes padamu …” (sayang, bulannya baru datang entar malem). Sore jam 3an klo ga salah, om ganteng nelpon, hoho.. ajakan bowling. Tapi mesti moles mobil dulu jam 6 sore, baiklah … Jadilah jam 6 sampai kantornya. Seperti biasa langsung toilet dan nunggu di lobi. Tapi kok lama yah ? katanya ada kerjaan dikit. Baca buku, ngga konsen. Main game, bosen. Akhirnya aku tiduran aja di karpet lobi sambil garuk2 punggung pake kaki, secara udah dikasih whiskas, dan pastinya ditontonin banyak orang *ngarangbebas.com* Di jalan, aku nanya, kenapa ke Aussy Burger segala, kan mau bowling ? Ya, Kemal nunggu di sana din.. *ngerasa aneh* Sampai di Aussy, terlihat sepi. Tapi aku disuruh turun, buat nyari seat. Takut ngga dapet katanya, Iiih sepi gini … ? anehnya, aku nurut aja *udah mulai amnesia klo hari itu aku ultah* Duduklah aku nontonin menu, mesen2 dan bengong lagi. Si Om mondar-mandir ngga jelas. Sebelum akhirnya duduk. Dan ketika baru mulai ngubrul … “Happy birthday to you, Happy birthday to you …” Aku noleh ke belakang, dan munculah wajah-wajah yang sangat aku sayangi. Karena surprise aku jadi shock huehe, jadinya cuma nyengir2 tragis. Dengan perasaan penuh haru *halaghh* aku menerima ucapan selamat dari kakak2 tercinta. Pelukan dan ciuman yang hangat. Tapi ngga bisa nangis ;p Tambah terharu, ketika nerima poster berisi ucapan2 selamat ultah dan gambar karikatur kakak2 80an (om Jul, ka Harry, ka Ghia, dan ka Iwang imut banget deh :D). Ketambahan lagi kado2 yang cantik, deuhh tambah terharu … *jd pengin meluk sana sini* ;p Surprise pun datang beruntun, kaya tabrakan karambol, ada telpon dari ka Harry, langsung dari kamboja, dari mba Farah, mba Shasa dan Aa Gustri. Ah indahnya… berkumpul bareng lagi malem itu, ketawa-ketawa dan foto-foto *teteupp* Baru ketika sampai rumah, aku terisak-isak sambil ketawa memandangi poster itu.. huehehe. (Thanks a lot buat dalang penculikan, ide, party, kue 'dini vallet' yg enak, karikatur yg lucu2, dan waktu untuk dishare bersamaku, semua pasti karena kebaikan hati). It's so precious and priceless ...  Many Thanks for being there with me : Mas Kizz, Ka Kemal, Ka Irpan, Ka Ali, Mb Eny, Om Ghia + Mba Mira, Ka Yayi, Ka Iqbal, Mas Wibi, Ka Iwang, Dekilz, Ka Dony, Ka Bagus, Ka Owenk, Mas Tito, Mb Elvi, Nabil, Mba Titi, Ka Nugi, Uda Rinto. Ka Qiuh, Mba Yuanz, Mb Apey, Ka Bonnet, Mb Han, ka Obet, ka Ihrazzz, mas Tampah, Made, Om Julius, mas Dhani, Rommy, mba Lion, bli Gede, thanks a lot for the nice message… ^_^ (Ada yg belum ketulis namanya ?, anyway... thanks buat semuanya) And live happily ever after …
someone from Venus asks : Why am I attracted to person i know isn't good ? someone from Mars answers : I happen to know the answer of this. You're hopping you're wrong. He does somethin that tells you he is not good. You ignore it. Everytime he comes through and surprises you, he wins you over ... and you lose that argument with yourself that he is not for you. What Im trying to say is ... I understand feeling as small and as significant as humanly possible. How it can actually ache in place that didn't know you had inside you. And after all that, however long "all that" maybe you'll go somewhere new. And you'll need people who make you feel worth while again. And little pieces of your soul will finally comeback. And all that fuzzy stuff those years of your life that you wasted that will eventually bagin to fade. ... care to make a vacation (for the holiday) ?? huehehheh ... yiukkkk
Obrolan semalem ... Dia : Aku belum pernah menerima penolakan Aku : Jadi gimana ? Dia : u know better to do ... Aku : okey, aku juga belum pernah menolak sebelumnya (but i lied) Dia : so ? Aku : memang selalu ada untuk yang pertama kalinya. kita notice aja malem ini, untuk pertama kalinya ditolak dan menolak. no hurt feeling yah ? Dia : jadi gitu ya Aku : iya kurasa... *ngasih senyuman yg paling manis* Fiuhhh ... *setengah nyesel aplod blog ini hihihihi*
sms diterima (13:17) ... "Mba, aku lega bisa jadi ke NZ Juni ini. Thanks ya untuk selalu ada dan mensupportku. Finally semua bisa kulalui. Aku sayang banget mba Uni. Oh iya, hari ini ibu masak terong balado sama tumis tahu kesukaanmu lho..." Aku langsung kebayang setting adegan dimana Ibuku sedang memasak di dapur sambil sibuk mondar-mandir dan ngobrol dengan bapak yang setia menunggui di seberang meja. Indahnya ... "Akhirnya..., jadi kapan ke jakarta, kabari secepatnya. biar bisa prepare, siapa tau ada yg blm oke. Jelaslah semuanya juga karena aku sayang kamu dong. Bilang ke ibu aku kangen buat dimasakin huhuhu... Sungkem buat bapak ibu yah..." sms dikirim ... sms diterima (13:28)... "Iya mba nanti kukabari teknisnya. udah ya mau maem dulu nih ..." mengetiklah aku lagi ... "yo, adikku sing bagus dhewe... jangan lupa bantuin beresin piringnya" sms dikirim ... *senyum2 lega sambil sesenggukan kebayang terong balado* pic dari sini
Waktu balik dari maksi @ 13.15. Ada chat window ngeblink2 minta ditengokin. Ini salah satunya (yg ngga penting) suspect : HAIIIIIII aku : ya ... suspect : LAGI NGAPAIN KOK BELUM MAKAN ? >> pede banget nanya gitu, padahal ngga tau aku : udah dong maksinya suspect : NGOMONG2 KERJA DI MANA SIH......JAM SEGINI KOK UDAH DI MEJA ? >> Hmm... (jam di kompie at 13.15) sungguh pertanyaan retorik aku : aku kerja di retail, jaksel, ini barusan balik dari maksi. U dimana ? suspect : GUA DI PS...HE HE SEKARANG PUNYA TEMEN BARU, MAU NGGAK JADI TEMEN GUA ... >> tetep berbaik sangka, semoga karena dia lagi input, so "CAPS LOCK ON" >> tp masih bingung sama korelasi omongannya aku : okey, siapa temen barunya ? suspect : NGAK BOLEH YA....KENAL MA KAMU...YO WIS LAH NGAK POPO.... >> Ughhh ... *mulai emosih* atau aku yg emang lg pengin bikin perkara kwakkwakaka aku : oh kesitu konteksnya ?? aku : kupikir tadi mau ngasih tau dapet teman baru. so aku nanya dong suspect : YA CARI BANYAK TEMAN KAN BOLEH KAN BU.....TAPI TEMEN YANG BAIK2 AJA,YA KAN ?!?! aku : betul pak, siap !!! >> Jadi inget soal UMPTN, A benar, B benar tapi tidak ada hubungan suspect : YO WIS, CUT DULU, SAYA MAU LANJUTKAN METING DULU..GBU aku : okey as u wish. monggo... :) Aku habis makan apa yah, kok jadi ngga sabaran amat ? atau emang ini obrolan yg bener2 ga penting ? (dan banyak ga nyambungnya) huehehehehe ... Anyway, MP nya ternyata ikut2an oon, capslocknya ga mau on, tp percayalah. ketikan dia Pake huruf gede semua. *bener2 aneh* wekekeke *dhuhur dulu ah*
Udah nyaris tepat seminggu dari liburan ke jokja, tapi bawaannya masih males mulu hihi. Kerjaan di kantor juga masih pada belum beres juga. Yang jelas masih kerasa Jokjanya, Iteman jelas, seneng bangettttt, capek iyaaa. Mengingat waktu di Jokja nyaris tanpa istirahat. jalaann teruss keliling kota sambil mengenang masa lalu Hu..hu..hu.. Dari Jakarta bersembilan bersama kakak2 80an ku : Yuan, Yayi, Irvan, Wibi, Kizz, Kemal, Dekilz, dan Han. Loh koq cuma delapan *mikir* O iya sembilan sama aku (bodoh). Dari Surabaya ada Mba Apey dan Ocha. Sampai di Jokja ketemu plus gathering sama member Jokja, ada Mas Deny beserta istri, Mas Tampah dan keluarga, Tantra dan lain2 *lupa* (Nuwun sanget udah seneng dibikin repot buat ngebukingin hotel dan tempat makan hehe). Anyway, Jokja masih tetep saja dengan kebesahajaannya yang menentramkan hati. Keramahtamahannya yang khas, dan yang jelas masih banyak makanan unik yang murah meriah dan enaakkkkkkk. Jadi inget ka Dekilz yang shock abis bayar es teh cuma 700 perak, iya lah secara di Jakarta makanan mahal2 xixixixi. Kangenku sama angkringan juga udah kebayar lunas di nasi kucing kopi joss (tapi aku minumnya teh lhoww). Waktu anjajah deso milang kori (baca : jalan-jalan), kita muter-muter malioboro, taman sari, candi boko, ke bakpia patuk, ke naff (ke Jokja karaoke ?) ekekekekekek *nyamar jd ka yuanz* Lokasi tersebut pastinya buat setting poto-poto *teteupp* yang dimotori oleh fotografer handal ka kizz, ka dekilz dan ka irvan yang merangkap jadi penata gaya ;)). Dan hasilnya jreeeennggggggggggggg... !!! bisa dilihat sendiri :D Itu laporan sekilas pandangan mata hihi *nerusin kerja dan chatting*
 Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia. Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan. “Coba minum ini dan katakan bagaimana rasanya” ujar pak tua itu. “Pahit...pahit sekali”, jawab sang tamu, sambil meludah ke samping.
Pak tua itu sedikit tersenyum. Ia lalu mengajak tamunya ini untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu. Pak tua itu lalu kembali menaburkan segenggam garam kedalam telaga itu. Dengan sepotong kayu dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air mengusik ketenangan telaga itu. “Coba ambil air dari telaga ini dan minumlah!” Saat tamu itu selesai mereguk air itu, Pak tua berkata lagi, “Bagaimana rasanya?” “Segar”, sahut tamunya. “Apakah kamu merasakan garam dalam air itu?” tanya pak tua lagi. “Tidak”, jawab si anak muda. Dengan bijak, pak tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu.
“Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu sama dan memang akan tetap sama. “ Tapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.” Pak tua itu lalu kembali memberikan nasehat. “Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.”
Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan Pak tua si orang bijak itu kembali menyimpan “segenggam garam” untuk anak muda yang lain yang sering datang padanya membawa keresahan jiwa.
Hhhhhhhhhhhhhh...
Banyak hal, yang terlewati. Tidak semuanya seperti yang aku rencanakan. I realized that human is only a good planer. but not in a goal (almost).
Kurasa, mesti disederhanakan saja...
Pengen bobo, Fuuuu Fuuuu ...
| |