Beberapa waktu yang lalu aku jalan dengan seorang teman ke sebuah mall, Sebenarnya cuma pengin coba menu baru disebuah futkort. But as ladies biasanya muter-muter dulu. Kami masuk ke sebuah counter, banyak pengunjung pula rupanya. Temanku hendak membuka pintu tepat di belakang seorang wanita dengan penampilan cukup gaul dan funky. But dia tidak menyangka wanita tersebut akan melepas begitu saja gagang pintu tanpa melihat masih ada orang yang berdiri tepat di belakangnya, so nyaris hidung temanku (bukan hidung wanita itu) kena pintu kalau tidak buru-buru kutahan gagang pintunya. Dasar temanku yang memang bertemperamen lumayan (temanku juga wanita), dia protes ke wanita itu.
"Permisi, emang ga lihat apa ada orang dibelakang luh !"
Wanita yang merasa tertuduh segera menoleh.
"Gue?"
"Iya !!!" jawab temanku bengis (hehe maap-maap)
Wanita itu melanjutkan kata-katanya.
"Lagian siapa suruh elu berdiri di belakang guehhh"
.... dst (perang mulutnya lumayan lama) dan aku sibuk memunguti kaca-kaca yang pecah akibat pertikaian mereka *ngarangbebas.com*
Aku nyengir2 tragis karena geli sekaligus prihatin melihat fenomena tadi *berasa nonton sinetron*
Tiba-tiba ada terbersit ide untuk bikin survey kecil-kecilan about buka membuka pintu untuk orang lain.
Finally, kami coba melakukan survey dengan sepuluh kali berdiri di belakang orang yang tepat sedang membuka pintu di tempat yang berbeda-beda. Jadi total 20 kali dengan probandus (kelinci percobaan) aku 10 kali dan temanku 10 kali. Hasilnya, Dari 20 kali percobaan hanya 3 orang yang merelakan diri untuk memegang gagang pintu mempersilahkan orang di belakangnya masuk atau setidaknya udah pegang pintu so tidak sampai kejedok lagi hidungnya. 17 kali sisanya, karena berbagai faktor seperti prediksi jarak berdiri dan faktor keberuntungan tentunya menjadikan hidung kami selamat dari tebasan pintu halahh... Semua pelaku random pria dan wanita.
Dari 3 orang yang berhati mulia tersebut :
Person 1
Pria eksmud plus bonus senyuman manis (membahaslah kami sambil berdebat, dia belum tentu baik secara orisinil, maybe dia memang sudah well manner karena faktor lingkungan). But anyway dia tetap aja baik. Lagian ngga boleh berprasangka buruk ke orang, karena bisa mengganggu kesehatan kan ?
Person 2
Seorang wanita juga, dia membantu memegang gagang pintu, sebelum pintunya menampar muka lagi :D.
Person 3
Pria kecil atau tepatnya young boy (mungkin SMP)
Jadi terharu, "Akan kutunggu hingga engkau dewasa, sayang ... " ekekek
Kami sempat bikin joke dan cela-celaan :
"Kamu sih engga eye catching, jadi ga kelihatan ..." kataku kalem
"Ngga loveable maksudmu ?" dia bersungut-sungut.
"You said, not me. huehehhe" *sambil ngaburrrrr*
Mungkin kejadian tadi hanya kebetulan saja, jadi tidak bisa mewakili semuanya. Or bisa juga karena lagi apes huehue (kayaknya ini alasan yang paling tepat ;p). But setidaknya itulah hasil survey kecil-kecilan kami tanpa bermaksud menggeneralisir bahwa semua respon pasti sama. And bisa jadi survey begini mungkin sudah dilakukan berkali-kali sebelumnya, but ketika melakukannya sendiri, ternyata seru juga ya ... ^_^
And next gimana kalo kita pura-pura bawa kertas dan tiba-tiba jatuh berhamburan. kira2 ada yang bantu ngambilin ngga ya ? kapan-kapan aja kali yahh... :D
Akhirnya kami kembali ke tujuan awal, makan ...