 Semalem, pulang dari kantor ga ada kerjaan secara lg batuk males kemana-mana, iseng beberes buku yg lumayan berantakan. menata ulang dan membolak-balik halaman, tiba-tiba nemu kartu nama yang nyelip di sela-sela halaman. Tertulis disitu gede-gede "MABULIR"
Seketika anganku mengalami auto flashback ke enam tahunan yang lalu dalam sebuah book fair di Gd. Mandala Bhakti Wanitatama (Ini di Jokja, jd yang di Jakarta ga usah nyari2 :p).
Beruntung aku hari itu bisa ketemu dengan sosok H. Dauzan Farouk yang untuk selanjutnya lebih suka dipanggil Mbah Dauzan. Setelah ngubrul ngalor-ngidul almost about books, beliau memberiku sebuah kartu nama, yang menurutku begitu sederhana. Sebuah fotokopi kertas hvs kecil dengan ketikan Times New Roman mengejakan beberapa kata dan alamat, dilekatkan dg sebuah kertas karton (hiks, aku terharu menerimanya). Memang sederhana, tapi yang huruf-huruf yang tercetak adalah wujud cinta, kesetiaan dan dedikasi pada apa yang beliau perjuangkan.
MABULIR (Majalah dan Buku Keliling Bergilir) adalah taman bacaan yg beliau kelola selama hampir seluruh hidupnya dengan lebih dari 10.000 buku. Buku-buku ini dipinjamkan secara bergilir oleh beliau dengan menaiki sepeda ontelnya kepada para pembacanya yang sebagian besar adalah anak sekolah, mahasiswa, kuli pasar, tukang becak, bahkan sampai para napi yang ada di balik jeruji. Dan beliau tidak mengambil upah dari buku yang dipinjamkan, semua biaya operasional ditanggung dari dana pensiun beliau (hiks...terharu lagi).
Anyway, beliau tidak hanya meminjamkan buku saja, tapi juga membuka kajian dan pembelajaran (Klo aku lebih suka ngubrul2 ajah :D) bagi para pembacanya dibantu oleh karyawan beliau (baca:asisten) yang digaji. Dedikasi beliau membawanya menuju ke berbagai award seperti Paramadina Award 2005, Nugra Jasadarma Pustaloka. But I think, ini bukan point utama yg beliau harapkan.
Quotenya, beliau telah menjadi seorang yang kaya dengan membagikan apa yang bisa dia beri secara bersahaja, tulus dan tanpa pamrih, yang udah semakin langka dan mahal :)
Mbah Dauzan apa kabarnya yah ?
------------------------------ ref n pic diambil dari www.rumahdunia.net
  | wah bener nih? keren bgt. jd pengen ktemu. |
 | di jogja yah?...sayang waktu kmaren2 ke jogja gw lom liat blog lo.
|
 | He3x satuju, mbak.....
Lebih baik ferari daripada librari.. Eh ! Kebalik, yah ? |
| |
|